SEPUTARMURIA.com, REMBANG – Banyak yang percaya, batik bekas di daerah Lasem, Rembang menyimpan tuah, yakni bisa menghindarkan pemakaianya dari berbagai macam gangguan gaib.

Makanya, batik bekas ini banyak diburu oleh warga lokal hingga warga asing yang berdatangan ke Lasem.

Hal itu diungkapkan oleh pembuat batik tulis dari Desa Selopuro, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jamiatun (50). Ia mengaku pernah didatangi Warga belanda untuk memborong kain batik bekas tersebut.

“Sekitar tahun 1995 silam, pernah ada turis dari Belanda, yang  ingin membeli batik. Namun saat saya tawari batik baru, ia malah tidak mau. Yang ia mau itu batik bekas,” ungkapnya, Rabu (13/9/2017).

“Turis itu bilang, jika jarit bekas bisa melindungi pemakainya dari berbagai macam gangguan, termasuk bisa menangkal penyakit,” bebernya.

Mendengar pengakuan sang turis, saat itu juga, ia lalu mencarikan jarik bekas di sekitar Lasem. Lantaran, turis tersebut, siap menebus berapa pun harganya.

“Saat itu juga, saya langsung keliling kampung. Setiap rumah saya datangi dan menanyakan kepada seluruh warga kampong, apakah punya jarit bekas yang tak terpakai,” katanya.

Jerih payahnya berkeliling kampung memang tidak sia-sia, sebab ia bisa mengumpulkan 50 lembar jarik, yang lantas diambil semua oleh turis tersebut.

Dia menambahkan, setiap lembar jarit bekas yang dikumpulkan dibeli dengan harga yang cukup mahal. Yakni dengan harga Rp 250 ribu per lembarnya. Angka tersebut sangat besar di tahun 1995.

“Angka Rp 250 ribu itu kalau sekarang, ya mungkin setara dengan Rp 1,5 juta lebih,” terangnya.

Penulis: Edy Sutriyono