SEPUTARMURIA.com, PATI – Aktifitas warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus yang memasang tanggul di Sungai Silugonggo, mendapatkan respon dari Bupati Pati Haryanto. Dia menilai, penanggulan itu bertujuan baik, karena bisa memisahkan air tawar dengan air laut yang meluap.

“Sebenarnya tidak ada masalah, tujuannya kan untuk memisahkan antara air asin dan air tawar. Mungkin karena kurang komunikasi antara warga yang berada di hulu dan hilir, sehingga terjadi permasalahan,” jelasnya, Selasa (29/08/2017).

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang berada di hilir, dalam waktu dekat ini Waduk Kedung Ombo akan dibuka. Segara setelah dibuka, tanggul yang membentang di sungai silugonggo itu juga akan dibongkar.

“Saya sudah menyuruh untuk mengkomunikasikan masalah tanggul itu kepada yang ada di hilir. Jadi tidak pelu dirisaukan, lantaran dalam waktu dekat ini akan ada gelontoran air dari waduk kedung ombo,” tegasnya.

warga nampak menjaga tanggul Sungai Silugonggo.

Sebelumnya, Kepala Desa Banjarsari Edi Margiyono mengatakan, luas lahan yang ada di bantaran hulu sungai silugonggo, terhitung dari Desa Banjarsari ada sebanyak 94 hektare. Khusus untuk tanaman padi seluas 40-50 hektare.

Estimasinya, satu hektare sawah bisa menghasilkan Rp 25 juta. Apabila 50 sawah itu terkena aliran air asin karena meluapnya air laut Juwana, kerugiannya bisa mencapai Rp 1,25 Miliar.

“Musim hujan kemarin saja sudah rugi. Tentu kami tidak ingin rugi lagi karena intrusi laut Juwana ini. Kami harap, Waduk Kedung Ombo segera dibuka agar ada gelontoran air untuk irigasi sawah warga, sehingga kami akan membongkar tanggul ini,” tuntasnya.

Penulis: Nur Kholis