SEPUTARMURIA.Com, PATI – Hari Raya Idul Adha tinggal hitungan hari lagi. Masyarakat yang hendak berkurban, juga sudah mulai memilih hewan yang layak untuk dijadikan kurban jauh-jauh hari. Namun, masyarakat tidak boleh sembarangan memilih, karena kalau sampai salah pilih,bisa-bisa ibadak kurban menjadi sia-sia.

Selain harus memperhitungkan usia hewan kurban yang sudah layak potong atau belum, yang tidak kalah peting lagi adalah mengetahui kondisi kesehatan hewan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muchtar Effendi melalui Kabid Peternakan, Purwanto mengatakan, salah satu yang paling penting untuk memilih hewan kurban adalah harus sehat. Kesehatan menjadi prioritas utama karena nantinya akan dikonsumsi oleh penerima daging kurban.

“Hewan yang tidak sehat itu misalnya, pincang, buta, mengalami kerusakan telinga dan lain sebagainya.  Secara fisik terkadang hewan sudah sehat, tetapi setelah dipotong ternyata ada banyak cacing hatinya. Hal yang semacam ini kan perlu hati-hati,” ujarnya, Jumat (25/08/2017).

Untuk mengetahui kesehatan hewan ini, masyarakat bisa melihat dari bulu dan matanya. Hewan yang tidak sehat, dari bulunya sudah kelihatan tidak rapi dan tidak mulus. Terkadang bulu juga mudah rontok.

“Dari matanya mengeluarkan air yang berlebih dan warnanya memerah. Kalau yang sehat, bulunya pasti mulus dan tidak mengeluarkan air mata. Itu yang paling sederhana dan harus diketahui masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya itu, hewan untuk kurban juga harus sudah berumur satu tahun untuk kambing atau domba. Sedangkan untuk sapi atau kerbau sudah berumur di atas dua tahun. Syarat yang lainnya adalah tidak kurus dan harus jantan.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat pemeriksaan antemortem adalah memastikan aspek kesejahteraan hewannya yaitu kandang penampungan layak, tidak berdesak-desakan, tersedia cukup pakan dan minum, diberikan peneduh, jika diikat dengan tali tidak terlalu pendek, tidak bercampur dengan hewan jenis lain yang berbeda atau sesama jenis namun agresif.

“Apabila ada ternak kurban yang terserang penyakit sebaiknya segera melapor kepada petugas kesehatan hewan terdekat agar mendapatkan pelayanan yang tepat. Ternak yang sakit akan segera diobati dan dipisahkan serta diberikan pemberitahuan untuk dapat dipotong atau tidak,” tutup Purwanto.

 

Penulis: Nur Kholis