SEPUTARMURIA.com, PATI – Sebagai upaya untuk menyukseskan Progam Agraria Nasional (Prona) di Kabupaten Pati, tahun ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati menambah kuota penerima prona sebanyak 40 ribu pemohon. Jumlah tersebut merupakan paling banyak kedua setelah Kota Semarang, yakni 50 ribu pemohon.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar mengatakan, jumlah tersebut dialokasikan untuk 97 desa di Kabupaten Pati. Secara bertahap, nanti semua desa akan kebagian Prona ini. hanya, rentan waktunya belum bisa ditentukan secara pasti.

“Dari data yang kami terima, sampai saat ini  pelaksanaan Prona dalam tahapan pemberkasan dari pendaftar sudah mencapai 75 persen,” ujar Yoyok, Jumat (25/08/2017).

Dia menyebut, Pati mendapatkan perhatian khusus setelah tahun lalu hanya mendapatkan kuota 15.000 sertifikasi. Karena itu, masyarakat diminta untuk ikut proaktif menyambut program prona yang dicanangkan Presiden Jokowi ini.

“Aktif yang kami maksud, semua syarat harus dipenuhi, misalnya kartu tanda penduduk (KTP), pembayaran pajak, hingga buku C yang dilegalisasi desa. Ini program pemerintah, warga tinggal duduk manis, sertifikat sudah jadi. Maka harus disambut dengan baik dan proaktif,” tegasnya.

Dia juga menuturkan, dalam pegambilan prona ini, masyarakat akan mempunyai jaminan kepastian hukum. Selain itu, masyarakat juga akan memiliki sertifikat tanah yang jelas. Terlebih, biaya pengurusannya digratiskan oleh pemerintah pusat.

“Untuk pengurusan di kantor BPN semua prosesnya gratis. Adapun hal-hal yang tidak digratiskan seperti pembelian materai, patok tanah, dan pengukuran. Selain itu, semuanya gratis,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur Kholis