SEPUTARMURIA.com, Kudus – Bakal Calon bupati Kudus, Sumiyatun, terlihat masih gamang untuk melepas statusnya sebagai aparat sipil negara (ASN). Padahal menurut aturan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, aparat sipil negeri yang terlibat politik harus mengundurkan diri.
“Masih proses pengajuan untuk pengunduran diri. Formulirnya saja belum saya isi kok,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun saat dikonfirmasi seputarmuria.com, Kamis (27/7/2017).
Sebelumnya, Sumiyatun bersama dua kandidat lainnya Masan dan Umar Ali telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati di kantor DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Kudus, Rabu siang (26/7/2017)
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kudus Joko Triyono menjelaskan, sampai detik ini belum ada surat masuk soal pengunduran diri Sumiyatun.
“Sampai saat ini belum ada surat masuk ke sini. Kita masih menunggu,” ujar Joko.
Menurut ketentuan yang ada, lanjut Joko, sebagai pegawai golongan 4B, maka proses pengunduran diri harus mendapat persetujuan dari Gubernur.
“Sementara pegawai golongan 3D ke bawah pengajuan pengunduran bisa diproses oleh Bupati,” jelas dia.
“Jika syarat sudah memenuhi yaitu minimal usia 50 tahun dan telah mengabdikan diri sebagai ASN lebih dari 20 tahun, maka tetap akan mendapat hak-hak pensiunannya. Sebaliknya, jika belum memenuhi tidak akan memperoleh hak pensiunannya,” tutupnya. (Al)