SEPUTARMURIA.com, KUDUS Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Muria Kudus mengikuti teaching internship program atau program praktik pengalaman lapangan (PPL) di tiga sekolah mitra Hatyai University, Thailand, yakni Hatyai Amnuaywit Technological College (ANW), Pitchalai Prepatory School (P.Prep) dan Mattayom Siriwanwaree 2 Rattapum (Siriwanwaree 2).

Mereka adalah Ulfa Aulia Nurzuliyan (Prodi Bimbingan dan Konseling), Ayu Puji Astuti dan Vega Afifah (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), serta Vivi Niswatuzzahro (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

’Teaching internship program atau PPL ini, berlangsung cukup lama, yaitu 5 – 24 Juli. Selain PPL, mahasiswa juga akan ikut dalam perkuliahan dan melakukan aktivitas bersama mahasiswa Hatyai University,’’ ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Diah Kurniati, Selasa (11/7/2017).

Tak hanya di Thailanda saja, dua mahasiswa asal UMK lainnya, yaitu, Heni Pratiwi (Prodi BK) dan Nur Maulida Fadliyani (Prodi PGSD), juga akan mengikuti university visit di Universitas Malaya, Malaysia.

‘’Kegiatannya antara lain academic discussion, cultural sharing dan school visit. Untuk kepastian waktunya, masih menunggu konfirmasi dari sana,’’ Diah Kurniati menambahkan.

Sedang tiga mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Drajat Puji Setiawan, Riza Ramadhani dan Ikhyari Fatati Noryana, dijadwalkan mengikuti Summer Program: Agri-Relationship of ASEAN Universities Network di Universitas Thaksin, Thailand, 17-31 Juli 2017 mendatang.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Pertanian UMK, Slamet Utomo mengutarakan, sebelum pelepasan nanti, para mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan internasional di luar negeri terlebih dahulu akan diberi pembekalan.

‘’Mengikuti kegiatan internasional ini tugas yang tidak ringan. Makanya sebelumnya akan diadakan pembekalan terlebih dahulu. Harapannya, kegiatan ini membawa berkah bagi semuanya dan bisa membawa UMK lebih baik,’’ paparnya.

Sementara Rektor UMK, Suparnyo mengingatkan, agar para mahasiswa senantiasa memegang ciri dan budaya bangsa Indonesia ketika berada di dua negara tersebut.

‘’Jangan sampai meninggalkan budaya bangsa yang santun, sopan dan toleran, karena budaya itu mencerminkan bangsa,’’ tukasnya. (AL)