SEPUTARMURIA.com, PATI  Banyaknya siswa di Pati yang berprestasi di bidang non akademik, rupanya belum memantik perhatian pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Maka dari itu, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Pati berharap siswa-siswa yang ikut mengharumkan nama Bumi Mina Tani di kancah olahraga tersebut juga dapat perhatian yang sama.

Ketua Pengcab Pelti Pati, Joni Kurnianto saat dikonfirmasi, Kamis (08/06/2017). Mengatakan, bentuk apresiasi dari pemerintah misalnya bisa melalui pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi di bidang non akademik. Hal itu agar mereka bisa masuk di sekolah yang mempunyai kualitas mumpuni.

“Tidak semua siswa mempunyai kemampuan yang mahir di bidang akademik. Akan tetapi, ada juga siswa yang mempunyai kemampuan atau bakat di luar akademik. Hal itulah yang patut diperhitungkan dan dijadikan catatan pemerintah,” tuturnya.

Dia juga menilai, meskipun sudah ada beasiswa non akademik, tetapi dalam proses pencairannya, masih banyak siswa yang belum mengetahui. Tidak heran apabila banyak siswa berprestasi di bidang non akademik yang gagal sekolah lantaran tidak mendapatkan beasiswa.

“Setiap proses penerimaan siswa baru memang sudah ada cara konversi piagam atau sertifikat untuk menambah nilai bagi mereka yang pernah menjuari lomba. Namun, selama ini yang bisa digunakan hanya piagam lomba dari dinas atau kementrian pendidikan saja. Diluar itu, kejuaraan lainya meski berkelas nasional sulit untuk dikonversikan,”  tambah Joni.

Untuk menyikapi masalah itu, Joni yang juga sebagai Wakil Ketua III DPRD Pati mengaku akan mengundang pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati untuk membicarakan perihal tersebut. dia menilai, seharusnya piagam dari Pelti bisa digunakan, karena Pelti adalah organisasi persatuan atlet tenis yang resmi terdaftar di Pemerintah.

“Untuk meluruskan masalah ini dalam waktu dekat kami akan melakukan komunikasi dengan memanggil Pihak Dinas Pendidikan Pati,” tandasnya. (Cls)