SEPUTARMURIA.com, PATI – Pemerintah Kaupaten (Pemkab) Pati nampak tidak serius dalam menangani permasalahan karaoke. Meskipun sudah ada Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 8 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, tetapi di satu sisi, Perda tersebut justru membuka ruang lebar-lebar bagi pengusaha karaoke.

Plt Kasatpol PP Pati Rubiyono melalui Kasi Penindakan M Khanafi mengatakan, di Pati ada sekitar 40 tempat karaoke ilegal, terutama 14 lokasi di Kampung Baru dan Lorong Indah Kecamatan Margorejo ada 10 titik.

“Terkait penanganan lebih lanjut karaoke ilegal itu, kami masih menunggu keputusan Muspida pasca Lebaran,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/05/2017).

Sejuah ini, Pemkab Pati hanya menerbitkan Surat Edaran larangan pengoperasian karaoke di Kabupaten Pati selama Ramadan sampai H+7 Idul Fitri 2017. Meskipun Surat Edaran tersebut sudah diedarkan dan disosialisasikan kepada pihak terkait seperti desa, camat, Paguyuban Karaoke, hingga Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Pati, tetapi sifatnya hanya sementara. Padahal, karaoke ilegal tersebut musti segera ditertibkan lantaran menyalahi aturan.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto menegaskan, karaoke wajib tutup selama Ramadan, karena sudah jelas sesuai Perda Kabupaten Pati Nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan kepariwisataan Pasal 29 ayat 3 huruf b, selama Ramadan penyelenggaraan usaha karaoke dilarang beroperasi.

“Jika masih ada tempat karaoke masih beroperasi selama Ramadan, kami akan menertibkan bersama dengan OPD terkait seperti Satpol PP dan petugas keamanan. Dengan peraturan itu, pemilik tempat karaoke dan masyarakat harus memahami untuk menjaga kondusifitas selama Ramadan,” ucapnya. (Cls)