SEPUTARMURIA.com Kota – Menanggapi Sidak pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang dilakukan oleh Bupati Pati, Senin (15/05/2017), Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati, Dadik Sumardji mengaku, dalam proses pembuatan e-KTP sudah sesuai dengan prosedur.

“Apa yang kami lakukan di sini sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur. Dalam pembuatan e-KTP, kami memang mendahulukan masyarakat yang sudah merekam terlebih dahulu. Kalau yang baru rekaman, ya harus menunggu ketersediaan blangko selanjutnya,” tutur Dadik .

Menurutnya, keterlambatan cetak e-KTP tersebut dikarenakan server Disdukcapil rusak hampir dua minggu. Kerusakan tersebut membutuhkan perbaikan tidak hanya di tingkat kabupaten saja, tetapi juga sampai ke kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencocokkan datanya.

“Kerusakan itu pada saat kami mendapatkan droping blangko yang pertama, yaitu sebanyak 10 ribu. Tapi alhamdulillah setelah diperbaiki, blangko sebanyak itu sudah kami cetak semua dan kami bagikan kepada masyarakat yang sudah rekaman terlebih dahulu,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk droping blangko e-KTP yang kedua adalah sebanyak 26 ribu. Sampai saat ini, blangko tersebut masih tersisa 11 ribu.

“Itu bukan sisa, tetapi memang belum dicetak. Proses pencetakan itu kan, dilakukan perlahan, tidak ujug-ujug jadi semuanya. Kami sudah mempunyai 6 printer untuk mencetak blangko tersebut,” tuturnya

Dia mengaku, kendala utama yang dihadapi Disdukcapil untuk proses  pencetakan blangko e-KTP adalah pada jaringan servernya. Setiap kali hendak mencetak dalam skala banyak, server tidak kuat sehingga mesin cepat panas.

“Kalau dari internal tidak ada masalah, hanya jaringan dan servernya yang sering mengalami gangguan,”  tutup Dadik. (Cls)