Seputar Muria, Rembang – Makam pahlawan nasional emansipasi wanita, Raden Ayu (RA) Kartini, yang berlokasi di desa Mantingan kecamatan Bulu, Rembang, pada Jum’at (21/04/2017) pagi resmi didaulat sebagai salah satu destinasi wisata ziarah nasional. Peresmian dilakukan secara langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa.

Kepada media, Khofifah mengaku peresmian makam RA Kartini di Rembang berdasarkan usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang yang meminta agar makam pahlawan kelahiran Jepara itu bisa dimasukkan dalam destinasi wisata tingkat nasional seperti makam Ir. Soekarno yang berada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

“Kementrian Sosial  RI menanggapi apa yang telah diusulkan oleh Pemkab setempat. Dan memang kami rasa tepat jika makam RA Kartini ini dimasukkan dalam salah satu destinasi wisata ziarah nasional. Harapannya dengan dijadikannya makam sebagai destinasi nasional, bisa menumbuh kembangkan segala sektor yang ada di sekitar lokasi, seperti perekonomian,” ujarnya, Jum’at (21/04/2017).

Setelah secara resmi masuk dalam destinasi wisata ziarah nasional, Khofifah menyebutkan, nantinya lokasi makam RA Kartini akan ditata sebaik mungkin dengan menggunakan dana CSR salah satu BUMN di Rembang. Termasuk promosi destinasi wisata, ia meminta agar terus digencarkan.

“Dengan sudah diresmikan semacam ini, nantinya juga harus diiringi dengan penataan lokasi yang representatif. Pak Bupati sudah bilang ke saya, kalau ada salah satu BUMN di Rembang yang siap menggelontorkan dana CSRnya untuk membantu menata lokasi makam. Kami harapkan para wisatawan termasuk pula para peziarah yang biasanya mengunjungi makam para pahlawan, makam para wali juga, bisa berziarah pula di makam RA Kartini di Rembang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Rembang, Hasiroh Hafidz mengaku, terkait pendaulatan makam RA Kartini, Pemkab Rembang telah mendapatkan restu dari pihak keluarga besar RA Kartini. Terlebih mendapatkan persetujuan pula dari Menteri Sosial RI, proses mendapatkan sertifikasi destinasi nasional diharapkan bisa segera terlaksana. (Arf)